“Maulana Jalaluddin Rumi (1207-1273 M)adalah seorang tokoh sufi yang banyak menyandarkan pengucapan gejolak dan kegelisahan-kegelisahan cintanya dalam bentuk syair(yang kadang dibawakan sambil menari). Rumi lahir di Balkh tahun 1207, yang kini terletak didalam wilayah perbatasan Afganistan, dan wafat tahun 1273 di Konya, wilayah Turki. Awalnya, beliau adalah seorang ulama syariah, mengajar dan menjadi khatib di Konya, sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang dari wisy pengembara bernama Syamsuddin at-Tabrizi. Sejak itu, Rumi berubah dari seorang ulama yang bertasbih, menjadi penyair yang berkasidah.”
SEBERAPA JAUH ENGKAU DATANG
Sesungguhnya engkau adalah tanah liat. Dari bentukan mineral, engkau menjadi sayur-sayuran. Dari sayuran, kau menjadi binatang dan dari binatang ke manusia. Selama periode ini manusia tidak tau kemana ia telah pergi, tetapi ia telah ditentukan menempuh perjalanan panjang. Dan engkau harus pergi melintasi ratusan dunia yang berbeda.
JALAN
Jalan sudah ditandai.
Jika menyimpang darinya, kau akan binasa.
Jika mencoba mengganggu tanda-tanda jalan tersebut,
kau melakuka perbuatan setan.
EMPAT LAKI-LAKI DAN PENERJEMAH
Empat orang diberi sekeping uang.
Pertama adalah orang Persia, ia berkata ,“aku akan membeli anggur.”
Kudua adalah orang Arab, ia berkata, “tidak, karena aku ingin inab.”
Ketiga adalah orang Turki, ia berkata,”aku tidak ingin inap, aku ingin uzum.”
Keempat adalah orang Yunani, ia berkata.”aku ingin stafil.”
Karena mereka tidak tau arti nama-nama tersebut, mereka mulai bertengkar. Mereka memang sudah dapat informasitapi kurang pengetahuan.
Orang bijak yang memperhatikan mereka berkata, “akutidak dapat memenuhi semua keinginan kalian, hanya dengan sekeping uang yang sama. Jika kalian jujur percayalah kepadaku sekeping uang kalian akan menjadi empat; dan keempatnya akan menjadi satu.”
Merekapun tahu bahwa sebenarnya keempatnya dalam bahasa masing-masing menginginkan benda yang sama, buah anggur.
AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU
Apa yang dapat aku lakukan, wahai umat muslim?
Aku tidak mengetahui diriku sendiri
Aku bukan kristen , bukan yahudi,
bukan majusi, bukan islam.
Bukan dari timur, maupun barat
Bukan dari darat, maupun laut
Bukan dari sumber alam,
bukan dari dari surga yang berputar,
bukandari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
bukan dari india, cina, bulgaria, saqseen;
bukan dari kerajaan iraq maupun khurasan;
bukan dari dunia kini atau yang akan datang:
surga atau neraka
bukan dari adam hawa
taman surgawi atau firdaus
tempatku tidak bertempat,
jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya
Adalah kehidupan kekasihku…
BURUNG HANTU DAN ELANG RAJA
Seekor elang kerajaan hidup di dinding reruntuhan yang dihuni burung hantu. Si burung hantu menakutkannya, si elang berkata, “bagi kalian tempat ini mungkin tampak makmur, tapi tempatku ada dipergelangan tangan raja. “beberapa burung hantu berteriak kepada temannya, “jangan percaya kepadanya ! ia menggunakan tipu muslihat untuk mencuri rumah kita.”
DIMENSI LAIN
Dunia tersembunyi memiliki awan dan hujan,
Tetapi dalam jenis yang berbeda.
Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda.
Ini tampak nyata,
hanya untuk orang yang berbudi halus—
mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu.
MANFAAT PENGALAMAN
Kebenaran yang agung ada pada kita
Panas dan dingin, duka citadan penderitaan,
Ketakutan dan kelemahan dari kekayaandan raga
Bersama, supaya kepingan kita yang paling dalam
Menjadi nyata.
KESADARAN
Manusia mungkin berada dalam keadaan gembira, dan manusia lainnya berusaha untuk menyadarkan. Itu memang usaha yang baik. Namun keadaan ini mungkin buruk baginya, dan kesadaran mungkin baikbaginya. Membangunkan orang yang tidur, baik atau buruk tergantung siapa yan melakukannya. Jika si pembangun adalah orang yang memilikipencapaian tinggi, maka meningkatkan keadaan orang lain. Jika tidak maka akan memburukkan kesadaran orang lain.
DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN
Salib dan ummat kristen, dari ujung ke ujung, sudah ku uji
Dia tidak di salib
Aku pergi ke kuil hindu, ke pagoda kuno.
Tidak ada tanda apapn di dalamnya.
Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,
dan ke Kandahar aku memandang.
Dia tidak di dataran tinggi
Maupun datran rendah. Dengan tegas,
aku pergi ke puncakgunung Kaf( yang menajubkan)
disana cuma ada tempat tinggal
(legenda) burung Anqa.
Aku pergi ke Ka’bah di Mekkah.
Dia tidak ada di sana.
Aku menanyakan kepada Avicenna (Ibnu Sina) sang filosuf
Dia ada di luar jangkauanAvicenna…
Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.
Di situlah tempatnya, aku melihat dirinya.
Dia tidak di tempat lain.
MEREKA YANG TAHU, TIDAK DAPAT BICARA
Kapanpun rahasia pemahaman diajarkan kepada semua orang
Bibirnya dijahit melawan pembicaraan tentang kesadaran.
JOHA DAN KEMATIAN
Seorang anak laki-laki menangis dan berteriak di belakang jenazah ayahnya, ia berkata “Ayah mereka membawamu ketempat dimana tidak ada pelindung lantai. Disana tidak ada cahaya, tidak ada makanan; tidak ada pintu maupun bantuan tetangga..”
Joha dipeeringatkan karena penjelasan tampaknya mencukupi, berteriak kepada ayahnya sendiri:
“orangtua yang dihormati oleh Allah, mereka di ambil kerumah kami.”
REALITAS SEJATI
Di sini tidak ada bukti akademis di dunia;
Karena tersembunyi, tersembunyi dan tersembunyi.
JIWA MANUSIA
Pergilah lebih tinggi—Lihatlah jiwa manusia!
PELEPASAN MENIMBULKAN PEMAHAMAN
Wahai hati! Sampai dalam penjara muslihat,
Kau daoat mekihat perbedaan antara ini dan itu,
Karena pelepasan seketika dari sumber tirani;
Bertahan diluar
KAU DAN AKU
Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung, kau dan aku;
Dalam dua bentuk dan dua wajah—dengan satu jiwa,
Kau dan aku
Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian
Seketika ketika kita menuju ke kebun buah-buahan, kau dan aku.
Bintang-bintang surga keluar memandang kita –
Kita akan menunjukan bulan kepada mereka, kau dan aku
Kau dan aku , dengan tiada kau dan aku
Akan menjadi satu melalui rasa kita:
Bahagia, aman dari omong kosong, kau da aku.
Burung nuri yang ceria akan iri kepada kita—
Ketika ita akan tertawa sedemikian rupa; kau dan aku
Ini aneh, bahwa kau dan aku, disudut sini..
Keduanya dalam satu nafas di Iraq dan Khurasan—
Kau dan aku
DUA ALANG-ALANG
Dua alng-alang inum dari satu sungai,
Satunya palsu, lainnya tebu.
AKAN JADI APA DIRIKU?
Aku terus dan terus tumbuh seperti rumput;
Aku telah tujuh ratus dan tujuh puluh bentuk.
Aku mati dari mineral dan menjadi sayuran;
Dan dari sayuran aku mati dan menjadi binatang.
Aku mati dari kebinatangan menjadi manusia.
Maka mengapa takut melalui kematian?
Kelak aku akan mati
Membawa sayap dan bulu seprti malaikat;
Kemudian melambung lebih tinggi dari malaikat—
Apa yang tidak dapat kau bayangkan.
Aku akan menjadi itu.
RASUL
Rasul adalah mabuk tanpa anggur
Rasul adalah kenyang tanpa makan
Rasul adalah terpesona, takjub:
Rasul adalah tidak makan maupun tidur
Rasul adalah raja dibalik jubah kasar.
Rasul adalah harta dalam reruntuhan.
Rasul adalah bukan dari angin dan bumi
Rasul adalah bukan dari api dan air
Rasul adalah laut tanpa pantai
Rasul adalah hujan mutiara tanpa menalang
Rasul adalah memiliki ratusan bulan dan langit
Rasul adalah memiliki ratusan cayaha matahari
Rasul adalah memilki bijaksana melalui kebenaran:
Rasul adalah bukan sarjana atau buku
Rasul adalah melebihi keyakinan dan kesangsian
Karena rasul apakah ada dosa atau kebaikan?
Rasul berangkat dari ketiadaan
Rasul telah tiba , benar-benar berangkat
Rasul adalah tersembunyi, wahai syamsudin !
Carilah dan temukan rasul !
KEBENARAN
Nabi bersabda bahwa kebenarantelah dinyatakan:
“aku tidak tersembunyi tinggi atau rendah
Tidak di bumi langit atau singgasana.
Ini kepastian wahai kekasih:
Aku tersembunyi di kalbu orang yang beriman
Ika kau mencari aku, carilah di kalbu-kalbu ini”
ILMU PENGETEHUAN
Pengetehuan akan kebeneran lenyap dalam pengetahuan sufi. Kapan manusia akan memahami ucapan ini?
DEBU DI ATAS CERMIN
Hidup/jiwa seperti cermin bening, tubuh adalah debu di atasnya. Kecantikan kita tidak terasa, karena kita berada di bawah debu.
TINDAKAN DAN KATA-KATA
Aku memberi orang-orang
Apa yang mereka inginkan.
Aku membawakan sajak karena mereka
menyukainya sebagai hiburan
Dinegaraku orang tidak menyukai puisi
Sudah lama aku mencari orang yang
Menginginkan tindakan, tetapi
Mereka semua ingin kata-kata
Aku siap menujukan tindakan pada kalian
Tapi tidak seorangpun akan menyikapinya
Maka aku hadirkan kepadamu kata-kata
Ketidakpedulian yang bodoh
Akhirnya membahayakan,
Bagaimana pun hatinya satu denganmu
KERJA
Kerja bukan seperti yang dipikirkan orang
bukan sekadar sesuatu yang
jika sedang berlangsung, kau
dapat melihatnya dari luar.
Seberapa lama kita di bumi-dunia
Seperti anak-anak
Memenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?
Mari kita tinggalkan dunia
Dan terbang ke surga,
Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan
Dan menuju ke kelompok manusia.
RUMAH
Jika sepuluh orang ingin memasuki rumah dan hanya sembilan orang yang menemukan jalan masuk, yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, “ini sudah takdir Tuhan.”
BURNG HANTU
Hanya burung bersuara merdu yang dikurung.
Burung hantu tidak dimasukkan sangkar.
UPAYA
Ikat dua burung bersama.
Mereka tidak akan dapat terbang.
Kendati mereka tahu memiliki empat sayap.
PENCARIAN
Carilah mutiara, saudaraku, di dalam tempurung
Dan carilah keahlian diantara manusia di dunia.
TUGAS INI
Kau mempunyai tugas unuk di jalankan. Lakukan yang lainnya, lakukanlah sejumlah kegiatan, isilah waktumu secara penuh, dan jika kau tidak melakukan tugas ini, seluruh waktumu akan sia-sia.
KOMUNITAS CINTA
Komunitas cinta tersembunyi diantara orang banyak;
Seperti orang baik dikelilingi orang jahat.
SEBUAH BUKU
Tujuan sebuah buku mungkin sebagai petunjuk. Namun kau dapat menggunkannya sebagai bantal; kendati sasarannya adalah memberi pengetahuan, petunjuk dan pengetahuan.
TULISAN DI BATU NISAN JALALUDDIN AR-RUMI
Jika kita mati jangan cari pusara kita di bumi, tetapi carilah di hati manusia.
CINTA DALAM KEFANAAN
Betapa takkan bersedih aku,bangun malam, tanpa hari-Nya
dan hari terang-Nya?
Rasa pahit-Nya terasa manis bagi jiwaku; moga jiwaku tersaji sebagai
korban bagi kekasih yang membuat hatiku pilu!
Aku sedih karena cinta dan tersiksa oleh Rajaku yang tak ada taranya.
Air mataku yang menitik karena harap-Nya adalah Mutiara, walau orang menyangkahanya air mata.
Kusesali jiwa dan jiwaku, namun sebenarnya tidak; aku Cuma berkata-kata.
Hatiku bilang tersiksa oleh-Nya, dan kuejek segala dalihnya.
Perlakukan aku dengan benar,
O Yang Maha Besar,
O Mimbar Agung, dan aku ini adalah ambang Pintu-Mu!
Dimana ambang pintu dan mimbar sebenarnya?
Dimana Kekasih, dimana “kita” dan “aku”?
O kau, jiwa yang bebas dari “kita”dan “aku.”
O au, jiwa yang bebas dari “kita” dan “aku,”
O kau yang berupa hakikat jiwa lelaki dan wanita,
bila lelaki dan wanita menjadi satu, Kaulah Yang Satu itu,
bila bagian-bagian kesatuan lenyap, lihat! Kaulah kesatuan itu!
Kau menyebut “aku” dan “kita” untuk mempermainkan puji-pujian dengan Diri-Mu.
Agar semua “aku” dan “kita” menjelma menjadi satu jiwa
dan akhirnya lebur dalam Kekasih.
DUDUK DALAM KEHENINGAN
“Bahaduddin al-Walad (1152-1231)”
Kejadian-kejadian dalam hidup ini sesungguhnya berasal dari-Mu:
Persepsi, bentuk, pemehaman, kecerdasan, jiwa,dan seegala sesuatu yang ada.
Tetapi, mengapa aku tak bisa berdiri di hadapan-Mu?
dan menekan bibirku pada bibir-Mu?
Aku ingin tubuhku merasakan kehangatan tubuh-Mu!
Wahyu pun turun ke dalam hatiku:
“Apa yang kau katakan tadi adalah hasil persepsimu sendiri,
bukan berasal dari percakapan yang mesra dengan-Ku.
Maka, biarkanlah seluruh pertanyaan itu menjadi menjadi ebuah pengalaman nyata.”
Lantas, aku diperlakukan seperti sebutir pasir yang dihembus angin gurun,
diombang-ambingkan dalam kebingungan.
Tanpa merasakan Kehadiran-Mu da tanpa memiliki pengetahuan tentang diriku.
Namun, beberapa saat kemudian, aku duduk dalam keheningan,
hingga perlahan kurasakan Keagungan dan Cinta-Mu yang menggelora.
Wahyu kembali turun ke dala hatiku:
“Aku tampakkan Diri-Ku sedikit semi sedikit.
Dan rasakan secara perlahan.”
Ada semacam rasa manis dalam perpisahan ini.
Mengapa harus menjadi lebih dekat?
(Bahaduddin al-Walad adalah ayahanda dari Mawlana Jalaluddin Rumi, di abad ke-13. Puisi diatas dicuplik dari Kitab Maarif karya beliau. Maarif atau kitab kearifan adalah kitab rahasia yang bahkan sempat disembunyikan leh Mawlana Jalaluddin Rumi, sampai akhirnya dianggap telah siap untuk dibaca. Kitab ini berbicara tentang pengalaman tsuhid Bahauddin tentang kesatuan manusia dengan Sang Khaliq dengan bahasa yang sangat luas).
