Jumat, 01 April 2011

Tonggak Sejarah Baru Komunikasi Dunia Timur

Bukti bahwa Ilmu Komunikasi menyentuh segala sendi kehidupan manusia kembali teruji. Momentum bersejarah ini ditorehkan Prof. Drs. H. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D., dan Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, Drs., M.S., dalam Pengukuhan Guru Besar Ilmu Komunikasi Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jumat (04/07/08) oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia.

Ilmu Komunikasi tidak hanya berperan dalam ilmu-ilmu sosial tapi juga menjamah ilmu-ilmu eksakta, contohnya ilmu kesehatan. Peranan ilmu komunikasi begitu penting dalam proses penyembuhan seseorang.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Deddy Mulyana mencoba membangun konsentrasi ilmu komunikasi kesehatan di Indonesia. Menurutnya, komunikasi antara praktisi kesehatan (dokter, perawat, dll.) dengan pasien berperan penting dalam kesembuhan pasien dan peningkatan karier tenaga kesehatan.

Ia mengakui, saat ini masih banyak dokter yang kurang berkomunikasi dengan baik kepada pasiennya. Tingkat simpati dan empati praktisi kesehatan dirasakannya masih kurang. Ia melihat, dari tiga model komunikasi yang dikenal saat ini seperti; model linier, interaktif dan transaksional atau patternalistic model, informed model dan shared model, yang paling dominan ialah patternalistic model.

Mengutip Chaty Charles, model paternalistik dilukiskan sebagai berikut, dokter mengendalikan aliran informasi kepada pasien dan memutuskan pengobatan. Hal ini didasarkan fakta bahwa masyarakat Indonesia ialah masyarakat paternalistik yang gemar meminta dan mendengarkan petuah dari orang yang dianggap berstatus lebih tinggi dari mereka.

Informed model diilustrasikan dengan: dokter menyampaikan semua informasi yang diperlukan mengenai manfaat dan resiko berbagai pengobatan berdasarkan bukti sah pasien dan memutuskan apa yang terbaik bagi pasien. Sedangkan shared model digambarkan dengan: dokter dan pasien membuat keputusan bersama, terutama mengenai pengobatan medis.

Dengan model ini, informasi penting pasien akan terungkap dan tindakan medis yang sesuai dan efektif bisa diterapkan. Hal ini akan lain ceritanya jika menggunakan dua model lainnya. Komunikasi nonverbal seperti setting ruangan, sentuhan, dan senyuman tulus dokter juga menunjang kesembuhan pasien.

Hal ini telah banyak dibuktikan dalam penelitian. Pasien yang mendapat sentuhan dan senyuman tulus akan cepat sembuh daripada pasien yang tidak mendapatkan senyum dan sentuhan tulus paramedis. Ternyata dengan sentuhan dan senyuman tulus, pasien merasa diperhatikan sehingga keinginan untuk pulih lebih besar. Efek placebo ini ternyata bersifat ilmiah.

Diakuinya, belahan dunia timur masih memegang kuat kultur, agama, dan norma, maka komunikasi nonverbal tadi harus sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat setempat. Di Timur Tengah, pasien wanita harus ditangani paramedis wanita pula. Walaupun dengan alasan kesehatan, pasien praktisi kesehatan laki-laki tidak boleh menyentuh pasien wanita. jika hal itu terjadi, ia dianggap telah merendahkan martabat pasien wania tersebut, suaminya ayahnya dan keluarganya.

Dalam kesempatan ini pula ia menginginkan dibukanya program studi atau konsentrasi studi atau hanya mata kuliah tentang komunikasi kesehatan. Menurutnya hal ini menjadi kebutuhan dasar bagi praktisi kesehatan agar memahami kondisi pasien sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya malpraktek. Menurutnya, Fikom Unpad sebagai kiblat ilmu komunikasi di Indonesia perlu mengkaji hal ini.

Prof. Engkus Kuswarno mengangkat komunikasi “hado” sebagai titik sentral orasi pengukuhannya. Hado ialah vibrasi gelombang energi kuantum. Istilah hado pertama kali diperkenalkan Masaru Emoto. Menurut ilmuwan Jepang tersebut, setiap benda mempunyai hado (gelombang) yang dapat berkomunikasi satu sama lain jika dalam frekuensi yang sama.

Pada dasarnya konsep hado mirip dengan konsep kuantum, namun Prof. Engkus Kuswarno memilih hado sebagai bentuk penghormatannya kepada Masaru Emoto dan identitas dunia timur. Penelitian Emoto dilakukan pada air sebagai unsur utamanya. Hasil penelitian mengatakan, air merespon pesan manusia yang disampaikan melalui lisan, tulisan, dan musik. Air yang diberi pesan negatif akan membentuk molekul yang mengerikan, sebaliknya, air yang diberi pesan positif molekul air akan membentuk kristal nan indah dan menakjubkan.

Kaitannya dengan manusia karena 70% tubuh manusia mengandung air. Ketika proses pembentukannya, sel ovum yang dibuahi sel sperma 96%-nya ialah air. Manusia juga tidak bisa hidup tanpa air. Konsep hado ialah konsep gelombang yang mempunyai bukit dan lembah. Untuk mencapai kondisi stabil, hado yang satu diberi hado yang lain dalam frekuensi yang sama, namun pada posisi kebalikannya. Jika hado manusia pada posisi negatif, maka kirimkanlah hado positif. Jika merasa cemas maka katakanlah ”lega”, jika stres ucapkanlah ”rileks” dan jika khawatir ucapkan ”tenang”.

Hasil penelitian hado dan kaitannya dengan manusia sangat berguna dalam kehidupan manusia. Konsepnya sederhana saja, pesan positif membuat manusia berpikir dan berperilaku postif, demikian sebaliknya. Komunikologi hado merupakan konsep baru dalam studi Ilmu Komunikasi yang diperlukan penelaahan lebih lanjut dan holistik.

Dari pemikiran yang disampaikan Prof. Deddy Mulyana dan Prof. Engkus Kuswarno, artinya telah dilakukan peletakan batu pertama pondasi sejarah baru bangunan komunikasi dunia timur yang akan menyemarakkan dunia komunikasi.(antz)
Sumber: http://www.unpad.ac.id/archives/333